Meulaboh (Meulabohnews.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat mencatat luas lahan terbakar akibat Karhutla mencapai 17 hektar hingga Sabtu 24 Januari 2026. Kondisi ini semakin meluas dari data sebelumnya meskipun beberapa titik api sudah berhasil dipadamkan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, T Ronald Nehdiansyah, mengatakan total luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 17 hektare. Rinciannya, Gampong Suak Raya sekitar 7,5 hektare, Ujong Beurasok Gampong Lapang 4,5 hektare, Suak Nie 3 hektare, Aron Baroh 0,5 hektare, Alue Peunyareng 1 hektare, dan Pasi Aceh Tunong 0,5 hektare.
“Alhamdulillah, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa, tidak ada pengungsi, serta tidak ada warga yang terdampak secara langsung,” ujar Ronald.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Barat sejak Kamis, 15 Januari 2026, sekitar pukul 15.45 WIB. Peristiwa tersebut terjadi di beberapa kecamatan, yakni Kecamatan Johan Pahlawan, Woyla, dan Meureubo.
Lokasi terdampak meliputi Gampong Lapang dan Gampong Suak Raya di Kecamatan Johan Pahlawan, Gampong Aron Baroh di Kecamatan Woyla, serta Gampong Alue Peunyareng dan Gampong Pasi Aceh Tunong di Kecamatan Meureubo. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan.
Sejak awal kejadian, BPBD Aceh Barat langsung melakukan berbagai upaya penanganan. Tim Pusdalops diterjunkan ke lokasi untuk memantau dan menganalisis kondisi karhutla dengan dukungan dua unit drone, satu unit kendaraan D-Max, satu unit mobil pikap, dua unit mesin air beserta selang, serta satu unit ATV.
Upaya pemadaman dan pemutusan penjalaran api dilakukan secara bertahap sejak Jumat hingga Sabtu di sejumlah titik. Pada Minggu dan Senin, tim BPBD kembali melanjutkan penanganan di wilayah Suak Raya dan Ujong Beurasok.
Selain pemadaman, BPBD juga membagikan masker kepada masyarakat dan tiga sekolah di sekitar lokasi terdampak.
“Penanganan terus kami lakukan dengan melibatkan unsur TNI, Polri, KPH IV, Manggala Agni, serta masyarakat setempat,” kata Ronald.
Pada Jumat, 23 Januari 2026, tim gabungan fokus melakukan pemotongan rambatan api di Gampong Suak Nie dengan empat unit mesin air. Sementara Pos Damkar Kecamatan Woyla dan Meureubo juga melakukan penanganan di wilayah Aron Baroh dan sekitar Kampus STAIN Alue Peunyareng.
Keesokan harinya, penanganan kembali dilanjutkan di Gampong Suak Raya, Suak Nie, dan Pasi Aceh Tunong. Hingga kondisi terakhir, api dilaporkan berhasil dipadamkan di sejumlah lokasi, seperti Aron Baroh yang sudah padam 100 persen, Alue Peunyareng, serta sebagian wilayah Suak Raya, Ujong Beurasok, dan Suak Nie.
Namun, BPBD menyatakan penanganan masih terus dilakukan untuk mengendalikan sisa titik api.
“Untuk Gampong Suak Raya dan Suak Nie, proses pemadaman dan pemutusan penjalaran api masih berlangsung karena api berpotensi mengarah ke permukiman dan jalan raya,” pungkas Ronald.
