Aceh Barat (Meulabohnews)- Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK) Angkatan 83 melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak yang terdampak bencana banjir bandang di Desa Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, pada Selasa, (17/02/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pengabdian kepada masyarakat mahasiswa STIK-PTIK di wilayah hukum Polres Aceh Barat.

Kegiatan memiliki fokus utama pada pemulihan kondisi psikologis anak-anak pascabencana. Para mahasiswa STIK-PTIK memberikan pendampingan melalui berbagai kegiatan interaktif seperti permainan edukatif, cerdas cermat pengetahuan umum, bernyanyi bersama, serta sesi berbagi cerita yang diselipkan sesekali ice breaking untuk membantu anak-anak mengurangi rasa takut dan trauma akibat banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keceriaan. Anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian aktivitas yang dirancang untuk mengembalikan rasa aman dan kepercayaan diri mereka. Pendekatan yang humanis dan komunikatif diharapkan mampu membantu anak-anak memproses pengalaman traumatis secara perlahan serta menumbuhkan kembali semangat mereka untuk beraktivitas seperti sediakala.

Melalui kegiatan trauma healing ini, mahasiswa STIK-PTIK berupaya hadir tidak hanya sebagai pelaksana pengabdian masyarakat, tetapi juga sebagai pendamping yang memberikan dukungan moral dan emosional bagi anak-anak korban banjir bandang di Desa Sanebok. Diharapkan kegiatan ini dapat membantu proses pemulihan psikologis anak-anak sehingga mereka dapat kembali menjalani kehidupan dengan rasa aman dan optimisme.

Kapolres Aceh Barat AKBP Yhogi Hadisetiawan memberikan apresiasi atas inisiatif dan kepedulian mahasiswa STIK-PTIK yang dinilai telah menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya anak-anak yang terdampak bencana. “Kegiatan trauma healing seperti ini sangat penting dalam membantu pemulihan mental korban bencana, terutama anak-anak yang rentan mengalami dampak psikologis berkepanjangan,” ujarnya dalam pers rilis.

Kapolres juga berharap sinergi antara institusi pendidikan kepolisian dan jajaran kepolisian setempat dapat terus terjalin dalam kegiatan kemanusiaan lainnya, sebagai bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan perhatian kepada masyarakat pascabencana.

Lebih lanjut, Kapolres menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pemulihan mental dan emosional masyarakat, khususnya generasi muda.

Menurutnya, kegiatan seperti trauma healing menjadi bagian penting dalam membangun kembali ketahanan psikologis anak-anak agar mereka tidak tumbuh dengan rasa takut yang berkepanjangan, melainkan dengan semangat untuk bangkit dan melanjutkan masa depan.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk orang tua, tenaga pendidik, relawan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk bersama-sama menjaga keberlanjutan pendampingan bagi anak-anak terdampak bencana.

Dengan dukungan yang berkelanjutan dan lingkungan yang aman serta penuh kepedulian, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan lebih optimal, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

By Admin 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *