Aceh Barat (Meulabohnews.com) — Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Angkatan ke-83 menggelar kegiatan trauma healing bagi para pelajar SMAN 1 Meulaboh dalam rangka Pengabdian kepada Masyarakat (Dianmas) di wilayah hukum Polres Aceh Barat, Senin (16/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi tersebut diikuti ratusan siswa dan difokuskan pada pemulihan psikologis serta penguatan motivasi belajar. Melalui pendekatan interaktif, mahasiswa STIK menghadirkan sesi motivasi, permainan edukatif, ice breaking, serta dialog terbuka yang mendorong siswa lebih percaya diri dan terbuka dalam mengekspresikan perasaan.
Suasana yang awalnya kaku berubah menjadi penuh semangat dan tawa. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Trauma healing ini menjadi ruang aman bagi pelajar untuk berbagi pengalaman, mengelola tekanan emosional, serta membangun kembali optimisme dalam menjalani proses pendidikan.
Program tersebut merupakan bagian dari implementasi pengabdian mahasiswa STIK kepada masyarakat, sekaligus memperkuat peran Polri yang tidak hanya hadir dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga dalam pembinaan dan penguatan karakter generasi muda.
Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah konstruktif dalam mendukung ketahanan mental pelajar di tengah berbagai tantangan sosial dan perkembangan zaman.
Menurutnya, pembinaan terhadap generasi muda tidak cukup hanya melalui pendekatan akademik, tetapi juga perlu menyentuh aspek psikologis dan karakter.
“Upaya penguatan mental dan karakter generasi muda merupakan investasi jangka panjang. Kegiatan trauma healing seperti ini sangat positif karena membantu pelajar membangun kembali rasa percaya diri, meningkatkan motivasi, serta memperkuat daya tahan mereka dalam menghadapi tekanan,” ujar Yhogi.
Ia menambahkan, Polres Aceh Barat mendukung penuh program-program edukatif yang berorientasi pada pembinaan moral dan psikologis pelajar. Sinergi antara mahasiswa STIK, pihak sekolah, dan kepolisian diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan produktif.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum berkelanjutan dalam membangun generasi muda Aceh Barat yang tangguh, optimis, dan berkarakter kuat dalam menyongsong masa depan.
