Foto : Siswa/i SDN 1 Beutong Ateuh Bangggalang belajar di Sekolah darurat di Desa Kuta Teungoh, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Kamis (23/7/2026). (Meulabohnews/Cut Tiara Maulia)
Nagan Raya (Meulabohnews) – Sebanyak 125 siswa/i Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Beutong Ateuh Bangggalang masih belajar darurat di bangunan semi permanen di Desa Kuta Teungoh, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Kamis (23/7/2026).
Sembilan bulan pascabencana Hidrometeorologi melanda wilayah Beutong Ateuh Bangggalang merusak infrastruktur Sekolah Dasar dan Sekolah menengah Pertama di wilayah itu hingga kini masih belum ada tanda tanda akan dilakukan pembangunan.
Kepala Sekolah SDN 1 Beutong Ateuh Banggalang, Zainuddin S.Pdi mengatakan bahwa bangunan sekolah darurat masih belum sepenuhnya selesai dan belum dapat di manfaatkan secara maksimal.
“Sekolah ini di mulai sejak Januari hingga kini belum terselesaikan secara utuh. Selain itu, tanah yang digunakan ini merupakan tanah milik warga. Kegiatan belajar mengajar sudah berlangsung selama satu semester, “Ujar Zainuddin.
Meskipun demikian, proses belajar mengajar tetap berlangsung setiap hari. Para guru berupaya memastikan para siswa tetap mendapatkan hak pendidikan yang baik. Meskipun harus mengajar dengan segala keterbatasan yang ada.
Seorang guru SDN 1 Beutong Ateuh Banggalang, Latifah S.Pd. mengatakan ia bersama beberapa guru lain setiap hari melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan keterbatasan ruangan yaitu bangunan darurat hanya memiliki 3 ruangan yang di bagi menjadi dua kelas setiap ruangan.
Dikatakan untuk kelas satu di gabung belajar dengan kelas dua, kelas tiga di gabung dengan kelas empat, kelas lima di gabung dengan kelas enam.
” Kami tetap mengajar Anak-anak disini karena semangat yang luar biasa, kami berharap pemerintah dapat segera menuntaskan sekolah ini agar anak-anak bisa belajar seperti anak-anak lainnya, ” ujar Latifah.
Seorang siswa kelas tiga, Najwa kepada Meulabohnews mengatakan dia bersama teman teman lain harus berdesak desakan belajar karena keterbatasan ruangan.
” Kami tetap belajar tapi meja hanya beberapa saja, bangku nya tidak ada, kami juga duduk nya masih pakai alas terpal bu. Maunya bapak prabowo melihat keadaan kami disini bu, panas juga disini, belajar nya harus ganti-gantian sempit-sempit ” ujar Najwa dengan nada sedih.
Keberadaan sekolah darurat menjadi harapan satu satunya bagi ratusan siswa/i di Beutong Ateuh Banggalang untuk mendapatkan hak pendidikan yang layak.
[Penulis Cut Tiara Maulia Mahasiswa STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh]





