Mahasiswa STAIN Meulaboh Dibekali Kompetensi Humas, Jurnalistik dan Penyiaran Sebelum Praktik Lapangan

oleh -134 Dilihat
oleh

Foto : kegiatan pembekalan Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh di Aula Kampus setempat, Meulaboh, Aceh Barat, Rabu (15/7/2026).(Meulabohnews/dok.STAIN)

Aceh Barat (Meulabohnews) – Sebanyak 25 orang Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh mengikuti pembekalan kompetensi kehumasan, jurnalistik dan penyiaran sebelum menjalani praktik lapangan selama 40 hari disejumlah kantor Pemerintahan di Kabupaten Aceh Barat.

Kegiatan tersebut bertujuan membekali mahasiswa dengan wawasan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam menghadapi perkembangan dunia komunikasi serta media digital.

Pembekalan juga menjadi bagian dari persiapan mahasiswa agar mampu menjalankan tugas secara profesional selama berada di lokasi praktik.

Ketua Jurusan Dakwah dan Komunikasi Penyiaran Islam STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Ramli, M.Ag., mengatakan tantangan yang akan dihadapi mahasiswa semakin kompleks, terutama dalam bidang kehumasan, jurnalistik, dan penyiaran.

Menurutnya, mahasiswa harus memiliki kemampuan teknis dan kemampuan interpersonal agar mampu bersaing serta beradaptasi dengan lingkungan kerja.

“Mahasiswa harus memiliki dua kemampuan untuk bersaing ke depan, yaitu hard skill dan soft skill. Kedua kemampuan tersebut akan menjadi modal penting bagi mahasiswa agar berhasil selama melaksanakan praktik lapangan,” ujar Ramli di Kampus STAIN, Meulaboh, Aceh Barat, Rabu (15/7/2026).

Pembekalan tersebut menghadirkan sejumlah pemateri dari kalangan praktisi pemerintahan, penyiaran, dan jurnalistik.

Adapun pemateri dari Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Dana Ismawan, S.I.Kom., M.Sos., dengan tema ” Mengelola Reputasi Instansi dengan Pendekatan Islamic Public Relations di Era Digital “.

Dana menjelaskan bahwa membangun reputasi instansi tidak hanya bergantung pada kecepatan penyampaian informasi, tetapi juga harus berlandaskan nilai-nilai Islam, seperti kejujuran, amanah, transparansi, dan tanggung jawab.

” Di era digital, setiap instansi dituntut mampu memanfaatkan media digital secara bijak untuk membangun kepercayaan publik, memperkuat citra positif, serta menjalin komunikasi yang efektif dengan masyarakat,” ujar Dana.

Kemudian ketua tim penyiaran LPP RRI Meulaboh, Agustina, S.Sos. dengan materi mengenai “Peluang Karier Penyiaran di Era Digital”. Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah membuka berbagai peluang baru dalam industri penyiaran dan media digital.

Agustina menekankan pentingnya penguasaan keterampilan komunikasi, public speaking, penulisan naskah, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

” Era digital menghadirkan tantangan sekaligus peluang yang besar. Siapa pun yang memiliki kemampuan komunikasi, kreativitas, dan kemauan untuk terus belajar akan memiliki kesempatan luas untuk berkarier di dunia penyiaran,” ujar Agustina.

Sementara itu Ismail Arafah, M.Sos., menyampaikan materi ” Menjaga Integritas, Kecepatan, dan Etika di Era Disrupsi Informasi “. Dalam materinya, ia mengingatkan mahasiswa agar tetap menjaga keseimbangan antara kecepatan penyampaian informasi, akurasi, dan etika jurnalistik.

“Kecepatan dalam menyebarkan informasi tidak boleh mengabaikan proses verifikasi. Akurasi dan kepatuhan terhadap etika jurnalistik menjadi faktor penting dalam mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap media maupun instansi pemerintah,” ujar Ismail.

Melalui kegiatan pembekalan tersebut, mahasiswa diharapkan semakin siap menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan, mengembangkan kompetensi, serta memberikan kontribusi positif bagi instansi pemerintah dan masyarakat selama menjalani praktik lapangan.[ril]

Penulis : Cut Tiara (Mahasiswa Prodi KPI STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.